Label

Selasa, 08 April 2014

Polimer dalam kehidupan sehari - hari

Topik: Polimer | Kimia SMA
CONTOH PENGGUNAAN POLIMER DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI DAN IDENTIFIKASI
BERDASARKAN PENOMORAN RESIN
(Makalah Kimia Polimer)
Oleh
Muhammad Subari
0817011043
Retno Nur Ramadhani
0917011043
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011
1. PENDAHULUAN
Polimer telah digunakan oleh manusia dari
beberapa abad yang lalu. Pada zaman dahulu
polimer yang digunakan manusia adalah jenis
polimer alam seperti selulosa, pati, wol, karet, dan
protein. Sampai saat ini pun polimer ini masih
banyak digunakan kebanyakan dalam jenis polimer
sintesis seperti polyester, polietilena, dan
polivinilklorida. Istilah polimer pertama kali
digunakan oleh kimiawan dari Swedia, Berzelius
(1833). Polimer merupakan molekul besar yang
terbentuk dari unit – unit berulang sederhana.
Nama ini diturunkan dari bahasa Yunani Poly , yang
berarti “banyak” dan mer, yang berarti “bagian”.
Pada saat ini polimer sintesis diproduksi dengan
skala industri karena manfaat dari polimer ini
dalam kehidupan sehari-hari, namun tak sedikit
pula berbahaya.
Polimer sintesis yang pertama kali dikenal adalah
bakelit yaitu hasil kondensasi fenol dengan
formaldehida, yang ditemukan oleh kimiawan
kelahiran Belgia Leo Baekeland pada tahun 1907.
Bakelit merupakan salah satu jenis dari produk-
produk konsumsi yang dipakai secara luas. Polimer
bakelit merupakan plastik termoseting, polimer ini
dihasilkan dari suatu kopolimer kondensasi antara
metanal dan fenol. Bakelit sudah banyak dibahas
pada plastik termoseting. Polimer ini banyak
digunakan untuk peralatan listrik, sebagai kotak
isolator, dan dudukan lampu. Polimer sintesis atau
polimer buatan adalah polimer yang tidak terdapat
di alam dan harus dibuat oleh manusia. Sampai
saat ini, para ahli kimia polimer telah melakukan
penelitian struktur molekul alam guna
mengembangkan polimer sintesisnya. Dari hasil
penelitian tersebut dihasilkan polimer sintesis yang
dapat dirancang sifat-sifatnya, seperti tinggi
rendahnya titik lebur, kelenturan dan kekerasannya,
serta ketahanannya terhadap zat kimia. Tujuannya,
agar diperoleh polimer sintesis yang
penggunaannya sesuai yang diharapkan. Polimer
sintesis yang telah dikembangkan guna kepentingan
komersil, misalnya pembentukan serat untuk
benang kain dan produksi ban yang elastisterhadap
jalan raya. Ahli kimia saat ini sudah berhasil
mengembangkan beratus-ratus jenis polimer
sintesis untuk tujuan yang lebih luas.
Beberapa sifat polimer :
1. Mudah diolah untuk berbagai macam produk
pada suhu rendah dengan
biaya murah.
1. Ringan; maksudnya rasio bobot/volumnya
kecil.
2. Tahan korosi dan kerusakan terhadap
lingkungan yang agresif.
3. Bersifat isolator yang baik terhadap panas dan
listrik.
4. Berguna untuk bahan komponen khusus karena
sifatnya yang elastis
dan plastis.
1. Berat molekulnya besar sehingga kestabilan
dimensinya tinggi.
Dari beberapa sifat di atas, mendorong manusia
memproduksinya dalam jumlah besar. Dalam
makalah ini dijelaskan beberapa polimer sintesis
yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan
penomoran berdasarkan polimer masing-masing,
serta kegunaan dan bahayanya bagi kehidupan kita.
1. ISI
Polimer sintesis adalah polimer yang tidak terdapat
di alam dan harus dibuat oleh manusia. Sampai
saat ini, para ahli kimia polimer telah melakukan
penelitian struktur molekul alam guna
mengembangkan polimer sintesisnya. Dari hasil
penelitian tersebut dihasilkan polimer sintesis yang
dapat dirancang sifat-sifatnya, seperti tinggi
rendahnya titik lebur, kelenturan dan kekerasannya,
serta ketahanannya terhadap zat kimia. Tujuannya,
agar diperoleh polimer sintesis yang
penggunaannya sesuai yang diharapkan. Polimer
sintesis yang telah dikembangkan guna kepentingan
komersil.
Polimer komersial, yaitu polimer yang disintesis
dengan biaya murah dan diproduksi secara besar –
besaran. Polimer komersial pada prinsipnya terdiri
dari 4 jenis polimer utama yaitu: Polietilena,
Polipropilena, Poli(vinil klorida), dan Polisterena.
Polietilena dibagi menjadi produk massa jenis
rendah (< 0,94 g/cm3), dan produk massa jenis
tinggi (> 0,94 g/cm3). Perbedaan dalam massa jenis
ini timbul dari strukturnya yakni: polietilena massa
jenis tinggi secara esensial merupakan polimer
linier dan polietilena massa jenis rendah
bercabang. Plastik – plastik komoditi mewakili
sekitar 90% dari seluruh produksi termoplastik dan
sisanya terbagi diantara kopolimer stirena –
butadiena, kopolimer akrilonitril – butadiena –
stirena (ABS),
poliamida dan poliester.
Berikut ini adalah klasifikasi polimer berdasarkan
penomorannya.
1. Polietilena
Kita lebih sering menyebutnya dengan
plastik.Polimer ini dibentuk dari reaksi adisi
monomer-monomer etilena(CH2 = CH2 ). Ada dua
macam polietilena, yaitu yang memiliki densitas
(kerapatan) rendah atau (LDPE) low density
polyethylene dan polietilena yang memiliki densitas
tinggi atau (HDPE) high density polyethylene.
Perbedaan dari kedua polimer ini adalah cara
pembuatannya dan agak berbeda sifat fisikanya.
Secara umum sifat polietilena adalah sebagai zat
yang tidak berbau, tidak berwarna dan tidak
beracun. Untuk polietilena dengan densitas rendah
biasanya dipergunakan untuk lembaran tipis
pembungkus makanan, kantung-kantung plastik, jas
hujan. Sedangkan untuk polietilen yang memiliki
densitas tinggi, polimernya lebih keras, namun
masih mudah untuk dibentuk sehingga banyak
dipakai sebagai alat dapur misal ember, panci, juga
untuk pelapis kawat dan kabel.
1.1. HDPE (high density polyethylene)
Simbol ini terdapat pada botol yang berwarna putih
susu. Juga biasa digunakan untuk air minuman
galon, kursi plastik, atau kemasan susu jika pada
makanan. Botol ini juga hanya boleh untuk sekali
pakai saja. Kegunaan utamanya adalah botol, drum,
pipa, saluran, lembaran, film, isolasi, kawat, kabel
juga banyak digunakan sebagai bahan dasar
membuat mainan anak-anak, pipa yang kuat, tangki
korek api gas, badan radio dan televisi, serta
piringan hitam.
1.2. LDPE (low density polyethylene)
Plastik dengan simbol ini biasanya digunakan untuk
makanan, plastik kemasan, dan teksturnya terasa
lembek atau lentur. Plastik pembungkus makanan
atau botol dengan kode ini cukup aman digunakan.
Namun, plastik ini hampir tidak dapat dihancurkan.
Kegunaan utama dari polimer jenis ini adalah
Lapisan pengemas, isolasi kawat, dan kabel, barang
mainan, botol yang lentur, bahan pelapis
1. PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate)
Plastik PET merupakan serat sintetik poliester
(dakron) yang transparan dengan daya tahan kuat,
tahan terhadap asam, kedap udara, fleksibel, dan
tidak rapuh. Dalam hal penggunaannya, plastik PET
menempati urutan pertama. Penggunannya sekitar
72 % sebagai kemasan minuman dengan kualitas
yang baik. Plastik PET merupakan poliester yang
dapat dicampur dengan polimer alam seperti :
sutera, wol dan katun untuk menghasilkan bahan
pakaian yang bersifat tahan lama dan mudah
perawatannya.
Simbol PET atau PETE biasa terdapat pada botol
plastik transparan seperti pada kemasan air mineral
atau minuman yang siap untuk diminum. Jangan
pernah mengisi ulang botol dengan simbol seperti
ini, apalagi dengan air panas. Hal ini dapat
mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut
meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang
bisa memicu penyakit kanker.
1. PVC (Polyvinyl Chloride)
Plastik PVC bersifat termoplastik dengan daya tahan
kuat. Plastik ini juga bersifat tahan serta kedap
terhadap minyak dan bahan organik. Polimer ini
merupakan polimer yang dibentuk oleh monomer
kloro etilen (CH2=CHCl). Polimer ini memiliki sifat
yang lebih kuat dibandingkan dengan etilen, tahan
panas atau tidak mudah terbakar. Ada dua tipe
plastik PVC yaitu bentuk kaku dan bentuk fleksibel.
Plastik bentuk kaku digunakan untuk membuat
konstruksi bangunan, mainan anak-anak, pipa PVC
(paralon), meja, lemari, piringan hitam, dan
beberapa komponen mobil. Adapun plastik bentuk
fleksibel, jenis ini digunakan untuk membuat selang
plastik dan isolasi listrik.Dalam hal penggunaannya,
plastic PVC menempati urutan ketiga dan sekitar 68
% digunakan untuk konstruksi bangunan (pipa
saluran air).
Plastik yang memiliki simbol ini, menandakan
plastik yang sulit untuk didaur ulang, seperti plastik
pembungkus atau pada botol-botol. Kandungan
plastik ini bisa lumer dan bercampur ke dalam
makanan pada suhu -15 derajat Celcius. Akibatnya
berbahaya, bisa menyebabkan kerusakan hati dan
ginjal.
Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, plastik
PVC yang menggunakan bahan pelembut DEHA
dapat mengkontaminasi makanan dengan
mengeluarkan bahan pelembut ini ke dalam
makanan. Data di AS pada tahun 1998 menunjukkan
bahwa DEHA dengan konsentrasi tinggi (300 kali
lebih tinggi dari batas maksimal DEHA yang
ditetapkan oleh FDA/ badan pengawas obat
makanan AS) terdapat pada keju yang dibungkus
dengan plastik PVC (Awang MR, 1999). DEHA
mempunyai aktivitas mirip dengan hormon
estrogen (hormon kewanitaan pada manusia).
Berdasarkan hasil uji pada hewan, DEHA dapat
merusakkan sistem peranakan dan menghasilkan
janin yang cacat, selain mengakibatkan kanker hati
(Awang MR, 1999). Pembakaran PVC akan
mengeluarkan DEHA yang dapat mengganggu
keseimbangan hormon estrogen manusia.
1. PP (Polypropylene)
Polimer polipropilena mirip dengan polietilen,
Monomer pembentuknya adalah propilena (CH3-CH
= CH2), berbeda dalam jumlah atom C dengan
etilen. Polipropilena lebih kuat dan lebih tahan dari
polietilena, sehingga banyak dipakai untuk
membuat karung, tali dan sebagainya. Karena lebih
kuat, botol-botol dari polipropilena dapat dibuat
lebih tipis dari pada polietilena. Botol minuman
adalah salah satu contoh polimer propilena yang
banyak dipergunakan. Plastik ini juga digunakan
untuk membuat botol plastik, karung, bak air, tali,
dan kanel listrik (insulator).
Plastik yang bernomor 5 dan memiliki simbol PP ini
termasuk yang aman dipakai membungkus makanan
atau minuman. Biasanya plastik ini digunakan untuk
tempat makanan dan botol minum bayi. Plsatiknya
berwarna transparan, bening, dan tembus pandang.
Kalau ingin mengisi ulang botol plastik sangat tidak
salah untuk mencari plastik dengan nomor 5 di
tengah simbol recycle dan bertuliskan PP.
1. PS (Polystyrene)
Polimer ini merupakan polimer yang disusun oleh
monomer styrene
. Kemasan plastik yang bersimbol PS ini contohnya
adalah kemasan stereofoam, yang biasa dipakai
untuk wadah makanan atau minuman sekali pakai.
Bahan ini bisa bercampur dengan makanan, saat
makanan panas diisikan ke dalam wadah ini, bahan
styrine ini bisa berbahaya untuk otak dan sistem
saraf. Kegunaan utama dari PS adalah bahan
pengemas (busa), perabotan rumah, barang
mainan.
1. OTHER atau Polycarbonate
Kode tujuh ini biasanya ada 4 macam.
- SAN (styrene acrylonitrile)
- ABS (acrylanitrile butadiene styrene)
- PC (polycarbonate)
- Nilon 13
Plastik ini biasa digunakan untuk tempat makanan
dan minuman, alat-alat rumah tangga, komputer,
dan lainnya. Plastik dengan kode 7 SAN dan ABS ini
baik dan aman digunakan untuk makanan atau
minuman. Hanya saja, untuk kode PC sebaiknya
tidak digunakan untuk makanan dan minuman
karena bisa mengeluarkan zat yang berbahaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar